Langsung ke konten utama

Tugas 2 Penyelesaian Tabel Simpleks


Cj
80
100
0
0
0

Ratio
Basis

X1
X2
S1
S2
S3
bj
18:9
= 2
S1
0
3
2
1
0
0
18
20:4
= 5
S2
0
2
4
0
1
0
20
4:1
= 4
S3
0
0
1 (pivot)
0
0
0
4 (Bk)


Zj

0
0
0
0
0



(Cj-Zj)

80
100 (kk)
0
0
0






Cj
80
100
0
0
0

Ratio
Basis

X1
X2
S1
S2
S3
bj
10:3
= 3,33
S1
0
3 (pivot)
0
1
0
0
10 (Bk)
12:2
= 6
S2
0
2
2
0
0
0
12
4:0
= 0
S3
100
0
1
0
0
0
4


Zj

0
100
0
0
0
400


(Cj-Zj)

80
0
0
0
0





Cj
80
100
0
0
0

Ratio
Basis

X1
X2
S1
S2
S3
bj
10:3
= 3,33
X1
80
1
0
1/3
0
0
10/3
12:2
= 6
S1
0
2
2
0
0
0
12
4:0
= 0
X2
100
0
1
0
0
0
4


Zj

80
100
80/3
0
0
666,67


(Cj-Zj)

0
0
-80/3
0
0




Cj-Zj ≤ 0, sudah optimum dengan laba = 666,67




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisa Runtuhnya Jembatan Mahakam II, Tenggarong – Kaltim

Analisa Runtuhnya Jembatan Mahakam II, Tenggarong – Kaltim 1.              Data Umum Jembatan Jembatan Kutai Kartanegara merupakan jembatan kedua yang dibangun melintasi Sungai Mahakam setelah Jembatan Mahakam di Samarinda sehingga juga disebut Jembatan Mahakam II. Jembatan ini awalnya dibangun menyerupai Jembatan Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat. Pembangunan jembatan ini dimulai pada tahun 1995 dan selesai pada 2001 dengan kontraktor PT Hutama Karya yang menangani proyek pembangunan jembatan tersebut. Saat diresmikan, jembatan ini dinamai Jembatan Gerbang Dayaku yang diambil dari slogan pembangunan gagasan bupati Kutai Kartanegara saat itu, Syaukani Hasan Rais. Sejak Syaukani tidak menjabat lagi sebagai bupati, jembatan ini diganti namanya menjadi Jembatan Kutai Kartanegara ing Martadipura atau Jembatan Kartanegara. Nama resmi             ...
ILMU BUDAYA DASAR MANUSIA DAN PENDERITAAN Candra Dwi Putra ( 11315432 ) Kelas : 1TA02 FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN JURUSAN TEKNIK SIPIL TAHUN AJARAN 2015/2016 MANUSIA DAN PENDERITAAN MANUSIA DAN PENDERITAAN PENGERTIAN PENDERITAAN Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikm...